IMG-LOGO
Berita Lokal

Merawat Mata Air dari Pohon Aren, Penanaman Pohon serta Pembinaan Kelompok Lingkungan : Perjalanan Kabul Asrori calon penerima Kalpataru 2026

Create By Rany Pratami 15 April 2026 56 Views
IMG

TIRTO — Desa Tirto menjalani Verifikasi Lapangan Kalpataru 2026 Kategori Pembina Lingkungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian terhadap calon penerima penghargaan Kalpataru, yang dikenal sebagai penghargaan bergengsi di bidang pelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan verifikasi diawali dengan sesi presentasi yang berlangsung di Balai Desa Tirto. Sesi presentasi tersebut disampaikan langsung oleh Kabul Asrori, warga Dusun Pasanggrahan, Desa Tirto, yang menjadi calon penerima penghargaan Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim verifikasi lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, akademisi dari Universitas Diponegoro, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang adapun tim verifikasi lapangan yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:

Prof. Dr. Hartuti Purnaweni, MPA, Dosen Profesor pada Universitas Diponegoro;
Sugeng Julian, S.TP, Penyuluh Kehutanan Ahli Muda pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah;
Amalia Wulansari, SS., M.Si, Direktur Pelaksana pada Yayasan Bintari;
Krisandi Anggung Pramono, S.Si, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah;
serta Agung Rahmanto, SE, Penata Pelayanan Operasional pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tirto menegaskan bahwa pelestarian lingkungan hidup telah menjadi komitmen Pemerintah Desa Tirto dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian alam desa.

Dalam sesi presentasi, Kabul Asrori memaparkan perjalanan panjang kegiatan pelestarian lingkungan yang telah dilakukannya bersama masyarakat sejak sekitar tahun 2008–2009. Kegiatan tersebut diawali dengan penanaman berbagai jenis pohon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.

Salah satu fokus utama kegiatan yang dipaparkan adalah konservasi mata air melalui penanaman pohon aren, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan tanah, mempertahankan cadangan air, serta mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan hutan.

Selain kegiatan penanaman pohon, Kabul Asrori juga aktif melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada berbagai kelompok masyarakat, khususnya kelompok tani dan masyarakat sekitar kawasan hutan. Kegiatan pembinaan tersebut dilakukan secara bertahap melalui pertemuan kelompok, praktik penanaman, serta pendampingan dalam pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.

Pengalaman Kabul Asrori dalam kegiatan lingkungan hidup juga didukung oleh keterlibatannya dalam program ESP USAID (Environmental Services Program) pada tahun 2004 hingga 2009/2010. Program ESP USAID merupakan program kerja sama internasional yang berfokus pada pengelolaan sumber daya air, konservasi lingkungan berbasis masyarakat, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan. Melalui program tersebut, Kabul Asrori memperoleh pengetahuan dan pengalaman teknis mengenai konservasi sumber air serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Setelah sesi presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan di kawasan pusat konservasi pohon aren di Dusun Kudusan. Dalam kegiatan tersebut, tim verifikasi melakukan peninjauan langsung terhadap kawasan hutan konservasi serta melakukan wawancara dengan para petani aren yang terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Tim verifikasi juga berdialog dengan masyarakat setempat guna menggali informasi mengenai dampak kegiatan konservasi terhadap keberlanjutan sumber air dan kondisi lingkungan dan pengolahan hasil Pohon Aren. Dari hasil peninjauan tersebut, terlihat bahwa kegiatan konservasi yang dilakukan telah memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Kegiatan verifikasi lapangan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Tirto. Kehadiran tim verifikasi diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam di wilayah tersebut.

 

Verifikasi Lapangan Kalpataru 2026 di Desa Tirto menjadi momentum penting dalam menunjukkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam merawat alam demi keberlanjutan generasi mendatang.